Showing posts with label 2015 re-read books. Show all posts
Showing posts with label 2015 re-read books. Show all posts

Friday, March 13, 2015

blubber : si gembrot

jumat 13/3 (6:56 pm)

keterangan mengenai detail buku menyusul karena ngetik pakai hp rempong dhe aww malah tiap upload gambar nongolnya malah di bawah postingan XD

anywayy.. about 'blubber', buku ini bercerita mengenal jill brenner dan kehidupannya semasa sekolah yang sayangnya ketika gua menutup nih buku, pertanyaan pertama yang melintas adalah, "si jill ini ceritanya kelas berapa ya?!", huahahaha.. gua sama sekali ga inget boo :p

jill mempunyai teman dekat bernama tracy yang juga tetangga sebelah rumahnya, adik bernama kenny yang hobi membaca world's records lalu sekelas dengan apa ya istilahnya.. semacam 'ketua geng' di kelas githu dhe, orang yang segala 'titah'-nya harus dituruti tanpa dibantah dan siapa yang berani melawannya, awas ajaa.. harus siap menanggung resikonya.

gadis itu bernama wendy dan mempunyai teman dekat bernama caroline. jill termasuk yang 'dekat' dengan wendy dan ikut serta dalam 'hobi' wendy mengerjai anak perempuan gemuk teman sekelas mereka bernama linda.

ga dijelaskan kenapa linda yang dipilih wendy untuk menjadi sasaran bulan2an atau yang lebih beken dengan istilah bullying. ada2 aja 'ide' wendy dalam mem-bully linda, mulai dari memaksanya mengatakan bahwa ia blubber bau sebelum 'mengijinkannya' masuk ke kamar mandi, menyengkatnya hingga jatuh, menguncinya dalam lemari dan lain2.

linda tidak berani melawan, hanya menyahut lemah, menangis sampai2 tidak mau lagi naik bis sekolah dan minta ibunya mengantar jemput karena berada lebih lama bersama wendy and the gank itu sama saja menambah durasi siksaan.

jill tanpa sadar ikut mem-bully linda karena takut wendy marah padanya. tapi kemudian keadaan berbalik dan linda tak lagi menjadi sasaran.

kini segenap penjuru penghuni kelas jill mengarahkan ejekan pada dirinya. tapi tidak seperti linda yang hanya diam saja 'diinjak2', jill mencoba mempraktekkan saran nyokapnya untuk mentertawakan para pengejek tersebut tapi ohh sungguh rasanya berat sekali.

berhasilkah jill melepaskan diri dari pengaruh wendy dan berdiri mempertahankan dirinya?

bagaimana nasib linda selanjutnya, apakah ia tetap menjadi 'teman' wendy atau kembali menjadi sasaran bullying?

berubahkah sikap jill terhadap linda setelah ia merasakan berada dalam posisi linda?

temukan jawabannya dalam 'blubber' karya judy blume.

~.*.~

anywayy.. gua yakin banget dulu pernah baca 'blubber' tapi gua sih udah ga inget ceritanya XD

membaca ulang 'blubber' itu kinda reminds me of buku2nya jacqueline wilson. tipe buku yang 'memotret' kehidupan 'nyata' yang mungkin aja terjadi di sekitar kita.

gua udah ga inget gimana kesan gua dulu akan buku ini tapi kesan pas baca ulang itu ga bisa dipungkiri amat dipengaruhi oleh review2 yang gua baca di goodreads tentang buku ini.

membaca review2 orang tentang buku ini tuh mengasyikkan. walau linda didn't get her happy ending and even though jill did stood up for herself but she didn't feel sorry at all for what she had done to linda before

membaca perlakuan wendy ke linda aja bikin geleng2 kepala padahal in a real world itu para pelaku bullying itu bisa berbuat hal yang lebih kejam daripada yang digambarkan di buku.

perlu diingat, buku ini pertama terbit tahun 1974 yang artinya 40 tahun sudah berlalu sejak saat itu dan sayangnya yang jahat semakin jahat sementara yang baik mungkin terseret menjadi jahat dan bukan sebaliknya.

dalam rentang 40 tahun itu tentunya teknik 'bullying' udah lebih berkembang dan menjadi lebih kejam.

be aware, parents.. jadilah orangtua di mana anak merasa nyaman untuk bercerita tentang apapun yang dialaminya di sekolah dan bagaimana perlakuan orang2 sekitarnya terhadap dirinya.

karena sesal kemudian tiada berguna.

judy blume mengajak kita membuka mata bahwa 'bullying' (bahasa indonesia-nya apaan sih?) benar ada dan terjadi. baik korban ataupun pelaku, dua2nya perlu mendapatkan 'perhatian'.

3 bintang untuk 'blubber' yang banyak menyisakan pertanyaan 'mengapa begini? mengapa begitu?' serta memberi ruang yang luas untuk diskusi.

jumat 13/3 (9:30 pm)

Monday, March 9, 2015

house at the corner

house at the corner
enid blyton
award publications limited
2003
271 halaman


senin 9/3 (9:59 am)

buku yang satu ini pernah diterjemahkan oleh gramedia loooong looooong time ago dengan judul "rumah di ujung jalan" dan ini merupakan salah satu buku cerita lepas karangan enid yang baguuuuuus pake bangets dan amat sangaaaat layak mendapatkan 5 bintang yang cemerlang :D


emang ceritanya tentang apaan sih? mari berkenalan dengan keluarga farrell yang terdiri dari ayah dan ibu serta 5 orang anak. si sulung pam, si cantik berotak cerdas yang sedang mengincar beasiswa, lalu plain lizzie yang takut dan malu2 bila bertemu orang baru, lalu tony si anak tengah yang berotak cemerlang dan diam2 diharapkan sang ayah agar mengikuti jejaknya menjadi dokter namun tony lebih senang menggunakan otaknya untuk merancang beragam 'kenakalan' yang menimbulkan gelak tawa di kalangan teman2nya dan di saat bersamaan menjengkelkan para guru. anggota terakhir keluarga farrell adalah si kembar david dan delia yang senang menghabiskan waktu berdua dan 'terpisah' dari ketiga kakaknya.

ketika aunt grace, bibi-nya john farrell, datang berkunjung untuk menginap di rumah masa kecilnya dulu yang kini ditempati keluarga farrell, hanya lizzie yang menyambut kedatangan aunt grace. yah, memang aunt grace bukanlah sosok bibi 'menyenangkan' yang selalu memanjakan keponakan2nya. aunt grace terkenal dengan lidah tajamnya dan tidak ada yang luput dari perhatiannya. seringkali aunt grace dengan sukarela menyampaikan apa yang ada dalam benaknya walau tidak ada yang meminta. hal ini pula yang menyebabkan pam dan tony tidak terlalu antusias menyambut kedatangannya, karena mereka berdua yang paling sering menjadi 'sasaran' lidah tajam aunt grace.

segala hal berlangsung dengan baik. si kembar menantikan tahun ajaran baru di mana mereka akan mulai masuk sekolah berasrama whyteleafe di mana mereka bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama tanpa terpisah. tony sudah berjanji di musim ajaran berikut akan sungguh2 menggunakan otaknya karena wali kelasnya di tingkat berikut tidak mudah dipermainkan, tidak seperti wali kelasnya sekarang yang tampak takut dan pasrah menghadapi murid2nya. pam juga siap menyambut masa depannya yang cerah sebagai murid peraih beasiswa.

perlahan namun pasti, hal2 baik itu mengalami guncangan ketika sang ayah mengalami kecelakaan mobil yang membuat tangannya terluka lumayan parah padahal profesinya sebagai dokter bedah jelas membutuhkan kedua tangannya agar bisa berfungsi dengan normal. rencana dan impian yang telah tersusun rapi pun mulai runtuh dan hancur berantakan.

pam yang lebih disibukkan dengan latihan drama, tidak mempersiapkan diri dengan baik menghadapi ujian beasiswa-nya. tony pun terjerat masalah serius ketika kenakalan terakhirnya membuat adik kelasnya celaka. 

bisakah keluarga farrell bertahan menghadapi cobaan ini? jawabannya bisa didapatkan di buku setebal 271 halaman ini, and i promise you.. you won't regret reading this!

dipikir2 menilik tipe buku2 yang gua sukai, gua kayanya demen buku realistic fiction.. gua ga terlalu suka high fantasy, mungkin karena suka ga nyampe ngebayangin settingan dunia yang dibangun oleh pengarangnya, hahaha XD sementara kalau fiksi yang realistis itu khan ibarat kejadian sehari2, something that can happen to me, too.. jadi lebih bisa 'relate' sih.. lebih mudah dibayangkan dan dihayati

anywayy.. kenapa sampai memberikan 5 bintang untuk "house at the corner"?

salah satu hal yang gua suka adalah.. perkembangan karakter2 dari buku ini. si pam yang manja 'dipaksa' untuk membuka mata dan mulai terlibat bahu membahu dengan anggota keluarga lainnya untuk menangani masalah yang mereka hadapi. tony pun belajar bertanggung jawab atas perbuatannya. dan lizzie si pemalu mendapatkan kepercayaan dirinya dan memberi ruang bagi kakak dan adik2nya untuk turut berperan dalam menjaga keutuhan keluarga mereka. sementara david dan delia yang masih sering dianggap 'bayi' oleh ibunya, menunjukkan keseriusan mereka dan membuktikan bahwa mereka bisa diandalkan.

dan aunt grace si cerewet menunjukkan sisi baiknya yang membuat keluarga farrell mensyukuri kehadirannya di tengah2 masalah keluarga mereka, karena tanpa bantuannya dalam mengurus rumah, akan berat sekali bagi mereka dalam melalui masa2 sulit.

serius dhe.. take time to read this book, karena review ini hanya secuil saja menggambarkan kebagusan buku ini, hahahaha.. 

one day, i will definitely reread this book again with pleasure! ;)

senin 9/3 (10:47 am)


lucky no15
11. randomly picked

Tuesday, February 17, 2015

heidi

heidi
johanna spyri
rohan books company 
2004
320 halaman


selasa 17/2 (9:55 am)

gua lupa dhe beli "heidi" ini di gramedia mana, tapi pastinya buku ini terbitan india yang mana dari segi harga ya otomatis lebih murah dibanding buku2 terbitan amerika or inggris, which is menurut gua sih harusnya toko2 buku impor itu lebih banyak menyediakan buku2 india, hahaha.. jadi khan ngga berat di kantong boo XD

beruntunglah bagi penggemar buku2 jaman bahela like me, karena buku2 klasik itu umumnya banyak edisi terbitannya dari beragam penerbit jadi lebih bisa milih cover mana yang lebih sesuai kantong :D

anywayy.. back to "heidi".. gua senang tahun ini gua memutuskan untuk membaca ulang buku2 yang memang menurut gua bagus, karena ada rasa puas ketika berhasil menyelesaikan satu buku dan mengetahui bahwa gua udah memberi asupan yang bagus buat diri gua sendiri ^o^

heidi bercerita mengenai kehidupan seorang gadis cilik berusia 5 tahun yang telah kehilangan kedua orangtuanya. sepeninggal ibunya, heidi diurus oleh saudara perempuan sang ibu yang setelah sekian tahun merawat heidi akhirnya memutuskan untuk menyerahkan tanggung jawab itu pada sang kakek dari pihak ayah. heidi pun dibawa ke pegunungan tempat pondok sang kakek berada. 

secara singkat, sang bibi menjelaskan kondisi yang dihadapinya dan meninggalkan heidi di kediaman sang kakek sebelum kakek itu sempat memprotes ataupun menolak keberadaan heidi yang artinya akan menghancurkan kesempatan sang bibi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di jerman. 

masalahnya.. sang kakek itu 'terkenal' sebagai makhluk 'anti sosial' yang telah lama menarik diri dari kehidupan bermasyarakat dan memutuskan untuk hidup menyendiri di atas gunung. warga desa dorfli yang mengetahui kedatangan heidi, merasa kasian pada gadis cilik itu, bagaimana nasib anak sepolos itu di tangan kakek berhati sekeras batu? duhh.. heidii..

nyatanya, heidi baik2 saja, ia bahkan lebih dari sekedar baik, heidi berbahagia hidup di atas gunung dengan kakeknya. heidi menikmati kehidupan bebas di alam, mendengarkan kicauan burung, desahan gemerisik pohon yang tertiup angin, melewatkan hari2 di bawah sinar mentari bersama kambing2 yang digembalakan peter. heidi juga suka mengunjungi nenek peter yang tua dan sakit2an serta buta.

ya, heidi berbahagia hidup bersama kakek yang selalu memperlakukannya dengan baik. sayangnya, kebahagiaan itu hanya direguk heidi selama 3 tahun sebelum sang bibi kembali masuk dalam kehidupannya dan menarik heidi kelular dari rumah sang kakek. heidi sempat memberontak dan tidak ingin meninggalkan kakek serta kehidupan yang amat dicintainya. namun setelah mendengar iming2 sang bibi bahwa di tempat tinggal barunya di frankfurt nanti, heidi akan bisa mendapatkan banyak roti putih yang empuk untuk diberikan pada nenek peter, ditambah lagi kalau heidi memang tidak betah tinggal di rumah clara, maka kapanpun heidi bisa kembali ke swiss, dengan bersemangat heidi pun berlari menuruni gunung yang membuat warga desa dorfli kembali bertanya2, perbuatan buruk macam apa yang dilakukan sang kakek hingga cucu perempuannya terburu2 meninggalkan pondok di gunung bersama dengan bibinya?

kehidupan baru heidi pun dimulai. heidi akan menjalani peran sebagai 'pendamping' alias teman main clara, gadis berusia 12 tahun yang menghabiskan hidupnya di kursi roda. clara anak yang menyenangkan dan selalu memperlakukan heidi dengan baik, namun demikian heidi merindukan kehidupannya di gunung yang bebas. di frankfurt, heidi merasa terpenjara hidup dikelilingi tembok2. ia merindukan gunungnya, ia merindukan pohonnya, ia merindukan kedua kambing sang kakek yang selalu memberinya susu nikmat, ia merindukan desiran angin dan wangi bunga. dan heidi pun merindukan sang kakek dan nenek peter.

tapi heidi sadar bahwa janji sang bibi bahwa ia bisa pulang kembali kapanpun ia mau, itu hanya sekedar janji kosong belaka. dan heidi takut menyampaikan keinginannya pada kepala pengurus rumah tangga di rumah clara yang pernah membentaknya dan mengatainya gadis yang tidak tahu diri karena tidak tahu berterima kasih, sudah bisa hidup nyaman kok malah tidak senang? heidi pun menelan keinginannya.

nenek clara yang sesekali datang berkunjung kemudian mengajari heidi membaca. ia juga menyuruh heidi berdoa dan menyampaikan unek2 yang tidak bisa diberitahukan ke orang lain. nenek clara juga mengingatkan heidi untuk terus berdoa walau mungkin jawaban Tuhan tak kunjung tiba.

kerinduan tak tertahankan akan rumahnya di pegunungan membuat heidi berjalan dalam tidurnya yang membuat dokter keluarga memanggil ayah clara untuk menjelaskan situasi genting heidi dan menyuruhnya untuk mengembalikan heidi ke kakeknya selagi belum terlambat.

heidi bahagia tak tertahankan. akhirnya jawaban doanya tiba, ia akan kembali ke gunung untuk tinggal bersama dengan kakeknya, aahhh.. hidup serta merta kembali terasa indah.

di balik kebahagiaan yang dirasakan heidi, ada satu orang yang bersedih, yaitu clara. ya, clara sedih karena heidi akan pergi dari sisinya karena sejak kedatangan heidi, hari2nya yang terasa membosankan jadi berubah ceria. clara suka mendengarkan cerita2 heidi mengenai kehidupannya di swiss. clara merasa telah mengenal baik sang kakek, nenek peter dan juga tempat heidi biasa menghabiskan waktunya di udara luar. 

kisah heidi belum berakhir di sini. heidi yang merasa senang kembali ke gunung juga mensyukuri karena Tuhan tidak langsung menjawab doanya ketika ia pertama berdoa minta dipulangkan ke swiss, karena kini heidi menyadari bahwa ada 'alasan' di balik tertundanya ia kembali ke swiss.. karena ketertundaan itu pula heidi kini sudah bisa membaca dan ia bisa membacakan buku hymns ke nenek peter yang senang mendengar hymn2 yang menyejukkan jiwa dan memberinya ketenangan batin. dan nenek peter pun kini bisa makan roti putih yang empuk dan tidak lagi harus memakan roti hitam yang keras. 

clara pun ganti datang mengunjungi heidi di gunungnya. udara gunung terbukti mampu meningkatkan napsu makan clara dan membuatnya tampak sehat dan bersemangat. 'insiden' tergulingnya kursi roda clara yang disinyalir karena 'hembusan angin yang kuat' malah membawa mujizat tersendiri dan kejutan yang menyenangkan untuk ayah dan nenek clara. 

kisah selengkapnya mending kalian baca sendiri dhe daripada semuanya gua beberkan di sini, hahahaha.. one thing for sure, i soo lovee this book!

aahhh.. suka suka sukaa bangets ama kisah heidi. walau awalnya sempat baca (ulang) dengan tersendat2 karena heidi ini tipe buku yang musti dibaca pelan2 dan ga bisa dipaksakan untuk dibaca cepat, setidaknya buat gua sih.. heidi sukses membuat gua ingin merasakan hidup di gunung XD

padahal ketika pesona heidi udah mulai luntur dan gua membayangkan harus hidup hanya dengan makan roti, keju, susu dan daging serta ngga ada koneksi internet sama sekali, hmm.. sanggupkah gua bertahan hidup seperti itu? huahahahaha.. 

tapi sepanjang membaca heidi.. gua 'terpesona'.. what a carefree life.. bisa menghirup udara pegunungan yang bebas polusi, menikmati suguhan pemandangan indah karya cipta Tuhan.. bercengkrama dengan kambing2 yang lucu.. menghirup aroma wangi bunga sepuas2nya.. ahh, betapa menyenangkannya!

dan ada banyak sobekan kertas yang nyempil di buku ini tempat gua menaruh 'jejak' bagi 'adegan2' yang berkesan buat gua dan suatu saat nanti akan gua masukkan ke dalam "scene on three" :))

"heidi" adalah awal pembuka buku2 baca ulang. can't wait untuk membaca ulang "anne of green gables" yang dulu juga sempat membuat gua terpesona.. akankah ketika membacanya ulang akan memberikan efek yang sama or even more? let's wait and see..

sampai jumpa, heidi.. gua berjanji, suatu hari nanti gua pasti akan kembali menjumpai dirimu.. terima kasih, johanna spyri karena telah menceritakan sebuah kisah indah yang layak dikenang dan wajib dibaca semua orang.. terima kasih juga untuk kata2 penguatan dan pengingat yang bertaburan di sepanjang buku.. mereka datang di waktu yang 'tepat' pada saat gua membutuhkannya :)

let your heart not be troubled
nor fear your soul dismay
there is a wise Defender
and He will be your stay
where you have failed, He conquers
see, how the foeman flies!
and all your tribulation
is turned to glad surprise

if for a while it seemth
His mercy is withdrawn
that He no longer careth
for His wondering child forlorn
doubt not His great compassion
His love can never tire

to those who wait in patience
He gives their heart's desire

ahh.. such a beautiful reminder.. thanks again, johanna ^o^

selasa 17/2 (10:45 am)



lucky no15
14. one word only