Monday, March 9, 2015

house at the corner

house at the corner
enid blyton
award publications limited
2003
271 halaman


senin 9/3 (9:59 am)

buku yang satu ini pernah diterjemahkan oleh gramedia loooong looooong time ago dengan judul "rumah di ujung jalan" dan ini merupakan salah satu buku cerita lepas karangan enid yang baguuuuuus pake bangets dan amat sangaaaat layak mendapatkan 5 bintang yang cemerlang :D


emang ceritanya tentang apaan sih? mari berkenalan dengan keluarga farrell yang terdiri dari ayah dan ibu serta 5 orang anak. si sulung pam, si cantik berotak cerdas yang sedang mengincar beasiswa, lalu plain lizzie yang takut dan malu2 bila bertemu orang baru, lalu tony si anak tengah yang berotak cemerlang dan diam2 diharapkan sang ayah agar mengikuti jejaknya menjadi dokter namun tony lebih senang menggunakan otaknya untuk merancang beragam 'kenakalan' yang menimbulkan gelak tawa di kalangan teman2nya dan di saat bersamaan menjengkelkan para guru. anggota terakhir keluarga farrell adalah si kembar david dan delia yang senang menghabiskan waktu berdua dan 'terpisah' dari ketiga kakaknya.

ketika aunt grace, bibi-nya john farrell, datang berkunjung untuk menginap di rumah masa kecilnya dulu yang kini ditempati keluarga farrell, hanya lizzie yang menyambut kedatangan aunt grace. yah, memang aunt grace bukanlah sosok bibi 'menyenangkan' yang selalu memanjakan keponakan2nya. aunt grace terkenal dengan lidah tajamnya dan tidak ada yang luput dari perhatiannya. seringkali aunt grace dengan sukarela menyampaikan apa yang ada dalam benaknya walau tidak ada yang meminta. hal ini pula yang menyebabkan pam dan tony tidak terlalu antusias menyambut kedatangannya, karena mereka berdua yang paling sering menjadi 'sasaran' lidah tajam aunt grace.

segala hal berlangsung dengan baik. si kembar menantikan tahun ajaran baru di mana mereka akan mulai masuk sekolah berasrama whyteleafe di mana mereka bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama tanpa terpisah. tony sudah berjanji di musim ajaran berikut akan sungguh2 menggunakan otaknya karena wali kelasnya di tingkat berikut tidak mudah dipermainkan, tidak seperti wali kelasnya sekarang yang tampak takut dan pasrah menghadapi murid2nya. pam juga siap menyambut masa depannya yang cerah sebagai murid peraih beasiswa.

perlahan namun pasti, hal2 baik itu mengalami guncangan ketika sang ayah mengalami kecelakaan mobil yang membuat tangannya terluka lumayan parah padahal profesinya sebagai dokter bedah jelas membutuhkan kedua tangannya agar bisa berfungsi dengan normal. rencana dan impian yang telah tersusun rapi pun mulai runtuh dan hancur berantakan.

pam yang lebih disibukkan dengan latihan drama, tidak mempersiapkan diri dengan baik menghadapi ujian beasiswa-nya. tony pun terjerat masalah serius ketika kenakalan terakhirnya membuat adik kelasnya celaka. 

bisakah keluarga farrell bertahan menghadapi cobaan ini? jawabannya bisa didapatkan di buku setebal 271 halaman ini, and i promise you.. you won't regret reading this!

dipikir2 menilik tipe buku2 yang gua sukai, gua kayanya demen buku realistic fiction.. gua ga terlalu suka high fantasy, mungkin karena suka ga nyampe ngebayangin settingan dunia yang dibangun oleh pengarangnya, hahaha XD sementara kalau fiksi yang realistis itu khan ibarat kejadian sehari2, something that can happen to me, too.. jadi lebih bisa 'relate' sih.. lebih mudah dibayangkan dan dihayati

anywayy.. kenapa sampai memberikan 5 bintang untuk "house at the corner"?

salah satu hal yang gua suka adalah.. perkembangan karakter2 dari buku ini. si pam yang manja 'dipaksa' untuk membuka mata dan mulai terlibat bahu membahu dengan anggota keluarga lainnya untuk menangani masalah yang mereka hadapi. tony pun belajar bertanggung jawab atas perbuatannya. dan lizzie si pemalu mendapatkan kepercayaan dirinya dan memberi ruang bagi kakak dan adik2nya untuk turut berperan dalam menjaga keutuhan keluarga mereka. sementara david dan delia yang masih sering dianggap 'bayi' oleh ibunya, menunjukkan keseriusan mereka dan membuktikan bahwa mereka bisa diandalkan.

dan aunt grace si cerewet menunjukkan sisi baiknya yang membuat keluarga farrell mensyukuri kehadirannya di tengah2 masalah keluarga mereka, karena tanpa bantuannya dalam mengurus rumah, akan berat sekali bagi mereka dalam melalui masa2 sulit.

serius dhe.. take time to read this book, karena review ini hanya secuil saja menggambarkan kebagusan buku ini, hahahaha.. 

one day, i will definitely reread this book again with pleasure! ;)

senin 9/3 (10:47 am)


lucky no15
11. randomly picked

2 comments:

  1. Tuh kan aku jadi kangen pengen baca ulang buku ini >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo dibaca ulang, Dwee :D

      Delete

~.thank you for coming.~