Monday, May 19, 2014

a half forgotten song

a half forgotten song
katherine webb
orion books ltd.
2012
469 halaman


senin 19/5 (6:16 am)

bagi zach gilchrist, hidup tidaklah berjalan semulus yang selama ini dibayangkannya. di usia 30an, pernikahannya hancur berantakan, anak semata wayangnya pun direnggut dari sisinya dan dibawa pergi sang mantan istri menyebrangi lautan menuju benua lain yang membuatnya tidak bisa sesering mungkin bersua dengan buah hati kesayangannya itu. seakan semuanya itu belum cukup, usaha galeri yang dimilikinya berada di ambang kebangkrutan karena jumlah lukisan yang dijualnya tidak bisa menutupi biaya yang harus dikeluarkannya. zach berada dalam dilema, di satu sisi ia ingin tetap mempertahankan idealismenya dengan hanya menjual lukisan2 berkualitas yang harganya mahal namun di sisi lain ia tidak bisa terus menutup mata melihat sepinya pengunjung dan pelanggan tapi zach tidak ingin berakhir melihat galerinya menjual lukisan2 pasaran dan menjual kartu2 pos di rak putar. 

satu lagi hal lain yang memusingkannya, zach telah menerima uang muka untuk buku selanjutnya yang akan ditulisnya mengenai charles aubrey, seniman yang telah memikat hatinya sekian lama dan menjadi pusat dan inti dari galeri yang dimilikinya. hanya saja zach merasa bahan yang telah ditulisnya selama ini tidaklah jauh berbeda dengan buku2 lain tentang aubrey yang selama ini pernah dibacanya. zach pun mengemas barang dan memutuskan untuk mengunjungi blacknowle, tempat aubrey menghabiskan beberapa musim panas bersama dengan wanita simpanannya, celeste, serta kedua anaknya, delphine dan elodie. zach berharap di tempat itu ia bisa menggali lebih dalam mengenai kehidupan charles, tidak hanya sebagai seniman, tapi juga sebagai seorang lelaki.

dalam menyusuri jejak aubrey, tidak disangka zach justru bertemu dengan dimity, atau yang juga dikenal sebagai mitzy, salah satu dari tiga orang gadis yang sering menjadi objek lukisan charles. zach pun bertekad untuk mengorek keterangan dari mitzy mengenai masa lalu aubrey, apa yang terjadi dengan celeste dan kedua anaknya, benarkah elodie meninggal karena flu, atau ada cerita lain di baliknya?

zach pun bertekad mencari tahu kebenaran mengenai apakah ia cucu dari aubrey karena selama ini neneknya selalu mengindikasikan bahwa di suatu musim panas di tahun 1939, ia bertemu dengan aubrey dan menjalin affair dengannya, hal yang membuat kakek zach tampak membenci ayahnya karena tidak yakin anak itu adalah anak kandungnya. 

siapkah zach menerima kenyataan yang sebenarnya? rahasia apa yang disimpan dimity rapat2? untuk mengetahui jawabannyaa.. silahkan membaca buku yang satu ini :D

awalnya gua rada tersendat2 membaca buku ini, selain karena tebalnya yang lumayan, ketidakbiasaan membaca buku dalam bahasa english juga membuat gua lamaa mencerna kata2nya, haha.. kadang pengen nutup nih buku dan pindah ke buku lain tapi seiring dengan bertambahnya halaman yang gua baca, somehow jadi kinda attached to it :)

it's a story about a young girl yang selama belasan tahun hidupnya hanya mengenal satu tempat saja, yaitu tempat di mana ia dilahirkan. mitzy yang dibesarkan hanya dengan ibunya yang masih keturunan gypsy, sejak kecil sudah kenyang dengan ejekan dan tudingan miring yang diarahkan padanya, berkaitan dengan 'profesi' ibunya yang selain menjual ramuan juga melayani tamu2 pria yang datang silih berganti dan berkali2 ditekankan oleh valentina, sang ibu, merekalah yang membuat mitzy dan ibunya bisa tetap memiliki atap untuk tempat berlindung dan menyediakan makanan di meja mereka.

sampai suatu hari datanglah charles aubrey beserta celeste dan kedua putrinya. delphine yang ceria dan mudah bergaul, menyapa mitzy dan mengajaknya masuk ke dalam kehidupan keluarga kecil yang tidak terikat dalam kehidupan pernikahan itu. delphine menerima mitzy dengan tangan terbuka tapi elodie, sang adik, terkadang rada judes dan kurang bersahabat dengan mitzy namun demikian ketiganya bisa bergaul dengan baik dan celeste pun memperlakukan mitzy dengan baik. charles, sang seniman kemudian menjadikan mitzy sebagai objek lukisannya, hal yang membuat hati mitzy mulai berdesir dan perlahan tapi pasti rasa yang lebih terhadap pria yang umurnya dua kali umurnya itu pun mulai bertumbuh dan bertambah kuat menjadi rasa yang menurut mitzy adalah cinta. 

karena menganggap mitzy masih sebagai gadis cilik yang usianya hanya dua tahun lebih tua dari delphine, putri sulungnya, celeste pun tidak menganggap mitzy sebagai ancaman sampai suatu hari kala mitzy menginjak usia 15 atau 16 tahun dan mulai 'berdandan' agar charles tidak sekedar melihatnya sebagai gadis remaja melainkan seorang wanita, celeste pun mulai memperingatkan mitzy agar mengikis rasa cintanya terhadap charles karena charles itu miliknya dan tidak akan berpaling darinya, jadi daripada sakit hati mending mitzy sedini mungkin belajar melupakan charles dan membuka hati untuk pria lain.

tapi mitzy yang terlanjur cinta mati sama charles tidak mau mengindahkan peringatan celeste itu. hatinya bahkan melambung ke langit ketujuh ketika charles mengikutsertakannya dalam perjalanan menuju moroko, ke kampung halaman celeste dan insiden di mana charles menciumnya membuat mitzy yakin bahwa pria itu menyimpan rasa yang sama dengan dirinya, yang menjadi penghalang hanya tinggal celeste. 

celeste yang menangkap basah dirinya sedang mencoba pakaian dan aksesoris miliknya dan mendengar mitzy mengucapkan sumpah pernikahan dengan charles, dan menjadi gelap mata lalu mengusir mitzy dari tempat mereka menginap selama berada di moroko dan sekembalinya ke inggris sekalipun, sikap celeste tidak lagi sama dan terang2an ia mengatakan bahwa mitzy tidak lagi diterima di littlecombe, tempat charles dan keluarganya menghabiskan musim panas mereka. 

mitzy sakit hati dan dalam pikiran kacau setelah melihat charles sedang berduaan dengan turis wanita di sebuah pub, sebuah pikiran jahat melintas dalam benaknya dan mitzy pun menaruh cowbane ke dalam keranjang herb milik delphine dan celeste pun menggunakannya untuk memasak sup. cowbane itu rumpun beracun yang bisa menyebabkan ternak sapi mati. celeste dan elodie yang sempat memakan sup itu pun muntah2, dan dalam perjalanan menuju rumah sakit, elodie sudah tidak lagi tertolong dan celeste pun nyaris menyusul putri kesayangannya itu andai ia telat dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapat pertolongan. 

mitzy tercekat. niatannya untuk menyingkirkan celeste ternyata tidak berjalan sesuai harapan. charles tetap berada di sisi celeste dan delphine yang harus menanggung beban sebagai penyebab kematian adiknya. charles tidak lagi sama seperti charles yang dulu. ia memohon pada dokter agar tidak mengungkap kecurigaannya dalam sertifikat kematian elodie. sudah cukup delphine menanggung beban mental, tidak perlu ditambah dengan pengumuman ke seluruh penduduk desa bahwa elodie mati karena keracunan. celeste tidak sanggup bertemu dengan delphine sepeninggal elodie. ia pun kembali ke moroko ke tempat orangtuanya dan mitzy sengaja tidak memberitahukan hal itu pada charles. 

akhirnya.. akhirnyaa.. charles hanya akan menjadi miliknya seorang diri! tapi apa mau dikata, charles malah meninggalkannya untuk mencari keberadaan celeste. justru dari istri sahnya charles lah mitzy mengetahui bahwa charles telah pergi ke medan perang untuk mengubur kesedihannya. hati mitzy pun hancur namun ia tetap memegang keyakinan dalam hatinya bahwa suatu hari nanti charles pasti akan kembali padanya, karena hanya itu harapan yang membuatnya bisa tetap bertahan hidup di samping valentina. 

setahun kemudian, impian mitzy terkabul, charles kembali ke pelukannya. dan selama 60 tahun kemudian mitzy menyimpan rapat2 keberadaan charles yang mencuri identitas rekan seperjuangannya di medan perang demi menjalani hidup terisolasi bersama dengan mitzy. betapa bahagianya mitzy, walaupun charles tidak pernah menganggapnya sebagai kekasih, tapi mitzy tetap dengan sabar dan penuh cinta melayaninya. dengan tega mitzy bahkan mengusir delphine yang datang mengunjunginya. tidak, tidaakk.. delphine tidak boleh sampai bertemu dengan ayahnya, biarlah ia menganggap ayahnya telah meninggal dan kini ia hidup sebatang karena karena celeste mengirimkan surat yang menyatakan bahwa ia tidak mau bertemu dengan anak sulungnya itu lagi. 

membaca "a half forgotten song" itu seakan menyingkap sisi gelap manusia yang mungkin saja ketika hal2 berjalan tidak sesuai dengan yang diinginkan, beragam pikiran buruk pun mulai menyelinap masuk diiringi dengan godaan kalimat yang diawali dengan "seandainya saja", dan mitzy menyerah terhadap godaan itu sementara banyak di antara kita yang mungkin masih harus berjuang melawannya.

you might hate what mitzy did to celeste and her own mom.. but at the same time, you can't help feeling sorry for her. 

alur ceritanya yang maju mundur dan berganti2 antara cerita dari versi zach ataupun dimity walaupun awalnya mungkin sempat bikin bingung tapi lama kelamaan akan terbiasa dengan pola seperti ini.

tadinya bimbang antara mau menyematkan 3 atau 4 bintang untuk buku yang satu ini, haha, tapi saat mengetikkan review ini gua memutuskan untuk memberinya 3 bintang saja, why? just because i feel like it.

senin 19/5 (7:42 am)

No comments:

Post a Comment

~.thank you for coming.~